Katak-katak hijau berlarian Di atas permukaan air sirup rasa jeruk Menepi mereka di bibir gelas berkaki Membiarkan empat kaki basah kuyup Ikan-ikan besar berterbangan Mengelilingi langit langit dapur ibu Bertengger mereka di lampu gantung Membebaskan sirip-sirip yang kian robek Burung-burung cantik asik berenang Dari balik toples lalu ke kolong nakas Melahap cemilan kecil dihadapan Mengabaikan dua sayap yang terendam Sini, kutepuk-tepuk halus punggungmu Jagan telan bulat-bulat yang barusan Cukup bayangkan seakan itu tak semu Lalu muntahkan keyakinan dari asal-asalanku Bukan simpulan jika tak ada diskusi Mari kita koreksi kesamaan yang dipaksakan Perbaiki dugaan yang hanya menurutmu Kita saling, kita sama, dan kita sejenisnya Setelahnya, kamu bisa langsung pulangkan Aku yang sudah hampir dipuncakmu Takut-takut kamu jadi makin cinta Sedang aku membalik lembar lanjutan Maka jangan sampai kamu terlalu serius Karena aku masih membacakanmu Buku lawakan di hala...
“Tumben pagi-pagi kamu udah lari pagi! Biasanya jam segini kan kamu masih hibernasi, Ven.” Celetuk Rian melihat adiknya memasuki rumah dengan sepatu ket yang ditentengnya. “Besok-besok kamu bangun pagi terus olahraga kayak gini lagi dong! Biar kamu ga kayak beruang. Kerjaannya kalo ga makan ya tidur, terus keluyuran ga jelas sama Mars ke alun-alun …” sambar Gian. Ditoyornya kepala Venus disebelahnya. Dengan cekatan, Venus mengambil mangkuk berisi mie yang masih hangat dari tangan Gian. “Keluyuran ke alun-alun kan sama aja olahraga, bang! Lari juga!”gerutu Venus. Mulutnya penuh dengan mie hasil bajakannya dari Gian. “Lari sih lari, Ven.. Tapi jangan bajak mie orang juga kale!” Gian kembali menyambar mie nya. “Tenang aja.. Besok aku bakal hibernasi lagi. Tapi jadwalnya bakal diubah. Makan, tidur, terus makan lagi!” Ujar Venus melengos pergi ke kamarnya. Dilanjutkan menutup pintu kamar berposter Monster Inc favor...
Sekitar 120 hari sudah terlewat. Terhitung dari hari terakhir aku cerita di blog ini. Banyak berita baru di tivi, yang tivinya pun baru pula dibeli ibuku beberapa bulan lalu secara online. Ada juga gossip baru dari akun si minceu, sampai beberapa orang baru yang bermunculan terus menerus disekitarku. Cukup banyak tamu yang datang ke aku. Cukup banyak pula sikap yang aku kasih ke mereka dengan gaya yang berbeda. Nggak sesuai fisik. Sesuai sikap, sifat dan mood ku. Gaya pertama : Kadang aku pura-pura nggak ada dirumah. Sebelumnya titip pesan ke batang pohon jambu bol di depan rumah. Aku juga kasih beberapa pesan yang berbeda ke tiap-tiap tamu. “Bilang ke dia kalau aku keluar kota.” “Bilang ke dia kalau aku pindah rumah.” “Bilang ke dia kalau aku lagi mimpi terus nggak kedengeran.” “Bilang ke dia kalau aku lagi baca koran terus nggak melihat” “Bilang ke dia kalau aku lagi tenggelam.” “Bilang ke dia kalau aku sudah punya orang.” Pesan yang terkah...
Komentar
Posting Komentar